Showing posts with label Gola Gong. Show all posts
Showing posts with label Gola Gong. Show all posts

Monday, August 3, 2015

Lidah

Beruntung aku punya lidah, sehingga bisa bicara

kutata kalimat alif bata, walau tak peduli hati patah

Betapa takjub aku pada lidah, tak bertulang pula

Lidah kubasahi ludah, begitu jika bermain lidah

Lidah bikin hati gundah, tubuhku jadi basah

Tapi ada orang tak tahu diri pada lidah

dipakainya lidah untuk sumpah serapah

Padahal lidah tajam bagai pedang membelah

Beruntung aku punya lidah, sehingga bisa bicara

tak peduli pada siapa benar siapa salah



Oleh :

Gola Gong

Sunday, August 2, 2015

Berkacalah Negeriku

Berkacalah, negeriku ketika mahasiswa menjadi bara, bara membara di seluruh negeri nyaw

 dijadikan coba-coba, coba-coba taruhannya nyawa masyarakat menangis dijadikan maling,

maling sungguhan tertawa-tawa fakta jadi isapan jempol, jempol dan telunjuk serupa pelatuk

(kemudian berakhir di meja-meja perundingan sambil mencungkili slilit dengan gelondongan

kayu) Berkacalah, negeriku ketika petani menanam padi, padi dimakan belalang, belalang

dimakan petani, petani menanam harapan, hutan jadi asap, asap terbang ke negeri tetangga,

tetangga sedia menyumbang, sumbangan membuat rakyat sengsara (kemudian para orangtua

menangisi masa depan sambil menyuapi bayi-bayi nusantara dengan susu air tajin)

berkacalah, negeriku, kau tak perlu berbedak berkacalah, negeriku, kau tak perlu malu

kebon jeruk, mei berdarah



Oleh :

Gola Gong

Saturday, August 1, 2015

Belajarlah Pada Alam

Belajarlah pada embun, tak pernah mengutuk matahari

Yang menjadikannya tiada, walau denyut masih panjang.

Sementara dinding-dindingku terbatas oleh hari

Melulu umpatan ketidakpastian yang lengang.

Belajarlah pada ikan, yang mengabdi pada nelayan

Yang membuatnya bermakna, walau terbelenggu

Kemiskinan.

Sementara kitab-kitab dan kisah nabi lelah kita baca

Menjadikan Alif bata terbentur ke dunia kaca.

Belajarlah pada katak, tak capek memanggili hujan

Walau diburu dan berujung di meja-meja restoran.

Sementara aku darah daging Illahi, belajar pada

Rahasia alam

Menjadikanku ada, tak lepas dari sujud malam.



Oleh :

Gola Gong