Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Kumpulan Puisi Penantian

Rasa Yang Terpendam

Chairil Anwar

Latest Updates

Jumat, 01 Agustus 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 8/01/2014 03:41:00 PM

Kadang begitu seringnya

ciuman letih pada bibirmu

menghabiskan tetes demi tetes airmatanya sendiri

dan kenangan lain yang lebih sedih mekar karenanya


Daging bagai retasan-retasan arang oleh api

tapi toh seakan abadi

Dan mereka yang menganggapnya tak abadi

karena cemas akan cintanya sendiri


Begitu diambilnya langkah: Ia seperti setangkai api

Pada sehelai kertas yang baru dituliskan


Seseorang atau entah rangkulan yang menggetarkan

mengambil getaran itu lagi

dan aku adalah getaran itu sendiri



Oleh :

Abdul Hadi Wiji Muthari

Kamis, 31 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/31/2014 04:44:00 PM

Rangkaian kata tak dapat saling beradu

Ketika dua pasang mata saling bertemu

Menyiratkan suatu tanya dan rasa yang begitu dalam

Desahan nafas tertahan untuk berembus

Waktu berhenti memproses memori

Beribu kesalahan terbayar maaf

Sebuah luka terganti senyuman

Berlaksa mimpi menjadi kenyataan

Di saat Tuhan mempertemukan kita

Dalam satu ikatan Janji Suci



Oleh :

Iga Asti Astria

Rabu, 30 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/30/2014 04:28:00 PM

Malam di teluk

menyuruk ke kelam

Bulan yang tinggal rusuk

padam keabuan


Ratusan gagak

Berteriak

Terbang menuju kota


Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang

Yang sia-sia? Dan kembali

Dengan wajah masai

Sebelum akhirnya badai

mengatup pantai?


Muara sempit

Dan kapal-kapal menyingkir pergi

Dan gonggong anjing

Mencari sisa sepi


Aku berjalan pada tepi

Pada batas

Mencari


Tak ada pelaut bisa datang

Dan nelayan bisa kembali

Aku terhempas di batu karang

Dan luka diri



Oleh : 

Abdul Hadi Wiji Muthari

Selasa, 29 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/29/2014 04:37:00 PM

Aku berikan seutas rambut padamu untuk kenangan

tapi kau ingin merampas seluruh rambutku dari kepala

Ini musim panas atau bahkan tengah musim panas

langkahmu datang dan pergi antara ketokan jam yang berat


Mengapa jejak selalu nyaring menjelang sampai

daun-daun kering risik di pohon ingin berdentuman

ke air selokan yang deras

langkahmu datang dan pergi antara ketokan jam yang berat


Aku berikan sepotong jariku padamu untuk kaubakar

tapi kau ingin merampas seluruh tanganku dari lengan

Ini musim atau akhir musim panas aku tak tahu

Burung-burung kejang di udara terik seakan penatku padamu


Maka kujadikan hari esokku rumah

Tapi tak sampai rasanya hari iniku untuk berjumpa



Oleh :

ABdul Hadi Wiji Muthari

Senin, 28 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/28/2014 04:07:00 PM

Kata maut: Sesungguhnya akulah yang memperdayamu pergi mengembara sampai tak ingat rumah

menyusuri gurun-gurun dan lembah ke luarmasuk ruang-ruang kosong jagad raya mencari suara

merdu Nabi Daud yang kusembunyikan sejak berabad-abad lamanya 


Tidak, jawab waktu, akulah yang justru memperdayamu sejak hari pertama Qabi kusuruh

membujukmu

memberi umpan lezat yang tak pernah menge-nyangkan hingga kau pun tergiur ingin lagi dan

ingin lagi sampai gelisah dari zaman ke zaman mencari-cari nyawa Habil yang kau kira fana

mengembara ke pelosok-pelosok dunia bagaikan Don Kisot yang malang



Oleh : 

Abdul Hadi Wiji Muthari

Minggu, 27 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/27/2014 01:32:00 PM

Dalam gelap bayang-bayang bertemu dengan jasadnya yang telah menunggu

di sebuah tempat

Mereka berbincang-bincang untuk mengalahkan tertang dan sepakat

mengha-dapi terang yang kurang baik perangainya

Karena itu dalam terang bayang-bayang selalu berobah-robah menggeser-geserkan dirinya dan ruang

untuk menipu terang

Dan jasad selalu siap melindungi bayang-bayangnya dari terang sambil menciptakan gelap dengan

bayang-bayangnya dari sinar terang


Oleh : 

Abdul Hadi Wiji Muthari

Sabtu, 26 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/26/2014 05:15:00 PM

Mungkin kau tak harus kabur, sela

bayang-bayangmu

yang menjauh dan menghindar

dari terang lampu


Ia selalu menjauh dan menghindar

dari terang lampu

Ia selalu mondar mandir

mencari-cari bentuk dan namanya

yang tak pernah ada



Oleh :

Abdul Hadi Wiji Muthari

Jumat, 25 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/25/2014 05:48:00 PM

Aku ingin bangun dini hari, melihat fajar putih

memecahkan kulit-kulit kerang yang tertutup –

Menjelang tidur kupahat sinar bulan yang letih itu

yang menyelinap dalam semak-semak salju terakhir

ninabobo yang menentramkan, kupahatkan padanya

sebelum matahari memasang kaca berkilauan


Tapi antara gelap dan terang, ada dan tiada

Waktu selalu melimpahi langit sepi dengan kabut dulu

lalu angin perlahan-lahan dan ribut memancarkan pagi

-- burung-burung hai ini, sedang musim dingin yang hanyut

masih abadi seperti hari kemarin yang mengiba

harus memakan beratus-ratus masa lampauku



Oleh :

Abdul Hadi Wiji Muthari

Kamis, 24 Juli 2014

Posted by Dwiki Syahputra On 7/24/2014 03:47:00 PM
Foto sampul
Ika Nurmala

Nama : Ika Nurmala
Tinggal : Serpong, Banten, Indonesia, 15310
Slogan : A person who trust Allah SWT :) bismillahirrahmanirrahim 
Yang Dibanggakan : I have the best man "My Father"
Pendidikan : Jakarta State Politechnic 
Account : Google+  Youtube
Posted by Dwiki Syahputra On 7/24/2014 03:00:00 PM

rama-rama, aku ingin rasamu yang hangat

meraba cahaya

terbanglah jangan ke bunga, tapi ke laut

menjelmalah kembang di karang


rama-rama, aku ingin rasamu yang hangat

di rambutmu jari-jari matahari yang dingin

kadang mengembuni mata, kadang pikiran

melimpahinya dengan salju dan hutan yang lebat



Oleh : 

Abdul Hadi Wiji Muthari