Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Kumpulan Puisi Penantian

Rasa Yang Terpendam

Chairil Anwar

Latest Updates

Sunday, February 7, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 2/07/2016 07:02:00 AM
Dalam kirai sayap waktu
Engkaukah di situ
Suara samar lirih
Seakan-akan merangkai tasbih

Gugusan kebun apel
Suara serangga
Meramu kehidupan

Seekor serangga
Meramu daun hijau
Seekor serangga
Membangunkan rumahnya



Oleh :
Korrie Layun Rampan




Sekilas tentang Korrie Layun Rampan


BIODATA


Lahir : Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953
Meninggal : 19 November 2015, pada umur 62 tahun
Pekerjaan : penulis, sastrawan, politisi
Suku Bangsa : Dayak Benuaq
Angkatan : 1970-an
Kewarganegaraan : Indonesia
Ayah : Paulus Rampan
Ibu : Martha Renihay-Edau Rampan
Buku : Upacara, Api Awan Asap, Tokoh-tokoh Cerita Pendek Indonesia, dll

Lebih lengkapnya bisa dilihat disini

Saturday, February 6, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 2/06/2016 06:38:00 AM
Berikan padaku pagi
Cahaya dan kebun bunga
Sungai membelah cakrawala
Lubuk-Mu kaca

Berikan padaku siang
Terik didih warna kehidupan
Benua jauh dan tanjung pulau
Tugu-Mu yang kukuh di tengah desau

Berikan padaku senja
Cangkir kopi, perapian dan buku tua
Kacara rabun dan pantai sejarah
Bukit-Mu megah



Oleh : Korrie Layun Rampan



Sekilas tentang Korrie Layun Rampan


BIODATA


Lahir : Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953
Meninggal : 19 November 2015, pada umur 62 tahun
Pekerjaan : penulis, sastrawan, politisi
Suku Bangsa : Dayak Benuaq
Angkatan : 1970-an
Kewarganegaraan : Indonesia
Ayah : Paulus Rampan
Ibu : Martha Renihay-Edau Rampan
Buku : Upacara, Api Awan Asap, Tokoh-tokoh Cerita Pendek Indonesia, dll

Lebih lengkapnya bisa dilihat disini

Friday, February 5, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 2/05/2016 06:54:00 AM

Antara baunan jejak-jejak waktu
Dan 1.000.000 luka bayang
Kitalah musafir hilang
Mencari gelepar sisa pagi

Adalah perih luka
Garaman cuka peristiwa-peristiwa hari
Adalah 1001 tangan topan
Memukul jantung pelabuhan penghabisan

Tinggal torehan-torehan impian
Pada wajah dan seluruh tubuh
Bersimbah darah dan peluh



Oleh : Korrie Layun Rampan



Sekilas tentang Korrie Layun Rampan


BIODATA


Lahir : Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953
Meninggal : 19 November 2015, pada umur 62 tahun
Pekerjaan : penulis, sastrawan, politisi
Suku Bangsa : Dayak Benuaq
Angkatan : 1970-an
Kewarganegaraan : Indonesia
Ayah : Paulus Rampan
Ibu : Martha Renihay-Edau Rampan
Buku : Upacara, Api Awan Asap, Tokoh-tokoh Cerita Pendek Indonesia, dll

Lebih lengkapnya bisa dilihat disini

Thursday, February 4, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 2/04/2016 05:54:00 PM


BIODATA


Lahir                           :  Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953
Meninggal                   : 19 November 2015, pada umur 62 tahun
Pekerjaan                   : penulis, sastrawan, politisi
Suku Bangsa                 : Dayak Benuaq
Angkatan                     : 1970-an
Kewarganegaraan         : Indonesia
Ayah                            : Paulus Rampan
Ibu                              : Martha Renihay-Edau Rampan
Buku                           : Upacara, Api Awan Asap, Tokoh-tokoh Cerita Pendek Indonesia, dll

MASA KECIL


Korrie muda tinggal di Yogyakarta. Di kota itu pula ia menjalani masa kuliah. Di saat kuliah, ia aktif dalam kegiatan sastra. Ia bergabung dengan Persada Studi Club, sebuah klub sastra yang diasuh penyair Umbu Landu Paranggi. Di dalam grup ini lahir sejumlah sastrawan ternama, seperti Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi A.G., Achmad Munif,  Arwan Tuti Artha, Suyono Achmad Suhadi, R.S, Eko Tunas, Ebiet G. Ade.

KARIER

Korrie bekerja dimulai pada 1978 di Jakarta sebagai wartawan dan editor buku untuk sejumlah penerbit. Kemudian, Korrie mengajar, dan menjabat Direktur Keuangan merangkap Redaktur Pelaksana Majalah Sarinah, Jakarta, serta menjadi penyiar di TVRI Studio Pusat, Jakarta dan RRI. Sejak Maret 2001 Korrie menjadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Koran Sendawar Pos yang terbit di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Di samping itu, Korrie juga sempat mengajar di Universitas Sendawar, Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Saat Pemilu 2004 Korrie sempat duduk sebagai anggota Panwaslu Kabupaten Kutai Barat, tetapi kemudian mengundurkan diri karena mengikuti pencalonan anggota DPRD. Oleh konstituen, ia dipercayakan mewakili Kabupaten Kutai Barat periode 2004-2009. Sebagai anggota DPRD, Korrie menjabat sebagai Ketua Komisi I. Meskipun telah menjadi angota DPRD, Korrie tetap aktif menulis karena tugasnya sebagai jurnalis dan duta budaya. Berbagai karya telah ditulisnya berupa novel, cerpen, puisi, cerita anak, dan esai.

BEBERAPA BUKU :

1.       Upacara
2.       Api Awan Asap
3.       Tokoh-tokoh Cerita Pendek Indonesia
4.       WAHAI
5.       Melintas Malam
6.    Manusia Langit: Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Timur 
7.    Batapan : Kumpulan Cerita Pendek
8.    Bunga
9.    Tokoh-Tokoh Cerita Pendek Dunia
10.  Acuh Tak Acuh – Kumpulan Cerpen
11.  Lingkaran Kabut
12.  Perjalanan Ke Negeri Damai
13.  Rindu
14.  Kayu Naga
15.  Bingkisan Petir: Antologi Cerita Pendek Cerpenis Kalimantan Timur 
16.  Percintaan Angin
17.  Tarian Gantar
18.  Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia 
19.  80 Sajak Puncak dalam Sejarah Sastra Indonesia 
20.  Hitam : Kumpulan cerita pendek 
21.  Upacara Bulan
22.  Asal-Usul Api
23.  Leksikon susastra Indonesia 
24.  Wanita di Jantung Jakarta 
25.  Wanita Penyair Indonesia 
26.  Suara Kesunyian
27.  Nyanyian Kekasih 
28.  Pohon - pohon Raksasa di Rimba Nusantara : Kumpulan Puisi Anak-anak 
29.  Profil Perempuan Pengarang, Peneliti dan Penerbit di Indonesia 
30.  Perhiasan matahari: kumpulan cerita pendek 

Korrie menerjemahkan sekitar seratus judul buku cerita anak dan puluhan judul cerita pendek dari para cerpenis dunia, seperti Leo Tolstoy, Knut Hamsun, Anton Chekov, O'Henry, dan Luigi Pirandello. Novelnya, Upacara dan Api Awan Asap, meraih hadiah Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta, 1976 dan 1998. Beberapa cerpen, esai, resensi buku, cerita film, dan karya jurnalistiknya mendapat hadiah dari berbagai sayembara. Beberapa cerita anak yang ditulisnya ada yang mendapat hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Cuaca di Atas Gunung dan Lembah (1985) dan Manusia Langit (1997). Selain itu, sejumlah bukunya dijadikan bacaan utama dan referensi di tingkat SD, SLTP, SMU, dan perguruan tinggi, di antaranya Aliran-Jenis Cerita Pendek.

Beberapa cerita film, esai, cerpen, resensi buku, dan karya jurnalistiknya mendapat hadiah dari berbagai sayembara. Beberapa cerita anak yang ditulisnya ada yang mendapat hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Cuaca di Atas Gunung dan Lembah (1985) dan Manusia Langit (1997). Selain itu, sejumlah bukunya dijadikan bacaan utama dan referensi di tingkat SD, SLTP, SMU, dan perguruan tinggi, di antaranya Aliran-Jenis Cerita Pendek. 

Tuesday, January 26, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 1/26/2016 07:56:00 AM


tarakan


Pulau kecil mendongak langit
Dan mengaca taut yang tertawa
Angin di bandar dan pawang
Membaca mantera buaya

Tambur perang di dadanya
Mengetuk-ketuk jantung lukal


Oleh :
Korrie Layun Rampan

Monday, January 25, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 1/25/2016 06:33:00 AM


pintu


Pintu biru diketuk dari luar
Siapakah yang berdiri di situ
Dengan suara yang lirih samar

Kujenguk dari jendela bersama angin gemetar
Hanya sebuah kenangan yang luka
Bernyanyi, bernyanyi ke ujung apar


Oleh :
Korrie Layun Rampan

Sunday, January 24, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 1/24/2016 07:19:00 AM


rahasia


Seperti sejumlah kata
Yang menggelepar ke luar
Meniti buih demi buih
Dunia yang terlantar

Seperti sejumlah musim
Yang kering, basah, dan mandi cahaya
Merangkak pada sumbu
jantung kita

Seperti sejumlah risau, benci dan cinta
Yang berpendar pada waktu
Menggaram akar-akar nafsu
Antara Adam lagu impian ziarahmu

Seperti sejumlah kata
Yang menyalin nama-nama
Meniti buih demi buih
jiwa kita


Oleh :
Korrie Layun Rampan

Saturday, January 23, 2016

Posted by Dwiki Syahputra On 1/23/2016 08:47:00 AM

Kota kita di sini
Dijilat ruh-ruh hidup dan mati

Kota kita di sini
Petak-petak pahir manis dan asam
Menderu diketermanguan
Berpeluh manik-manik logam

Kota kita di sini
Diri kehidupan yang gelisah
Memanjat rumah demi rumah


Oleh :
Korrie Layun Rampan