Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Kumpulan Puisi Penantian

Rasa Yang Terpendam

Chairil Anwar

Latest Updates

Sabtu, 05 September 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 9/05/2015 02.52.00 PM

Terhanyut oleh aliran zaman, Indahlah taman,

Aku terdampar di dalam taman, Indahlah taman,

Kuheran amat, Di mata zaman!

Memandang tempat! . . . . . . . . . . . . .

Di situ nyata kuasa otak, Dan kalau hari sudah petang,

Taman dibagi berpetak-petak, Ribuan orang ke taman datang,

Empat segi, tiga segi . . . . . . . . . . . . .

Yang coreng-moreng tak ada lagi. Berikan daku Belukar saja,

Rumput digunting serata-rata. Tempat aku memuji Rasa! 

Licin sebagai birun kaca. 

Bunga ditanam beratur-atur, 

Tegak sebagai bijian catur. 

Jalan digaris selurus-lurus, 

Bersih, sehari disapu terus! 



Oleh :

J. E. Tatengkeng

Posted by Dwiki Syahputra On 9/05/2015 02.48.00 PM

Duduk di pantai waktu senja,

Naik di rakit buaian ombak,

Sambil bercermin di air kaca,

Lagi diayunkan lagu ombak.

Lautan besar bagai bermimpi,

Tidak gerak, tetap berbaring

Tapi pandang karang di tepi,

Di sana ombak memecah nyaring

Gerak dalam diam,

Diam dalam gerak,

Menangis dalam gelak,

Gelak dalam bermuram,

Demikian sukma menerima alam,

Bercinta, meratap, merindu dendam



Oleh :

J. E. Tatengkeng

Rabu, 02 September 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 9/02/2015 11.22.00 PM

Sedang kududuk di ruang bilik, 

Bermain kembang di ujung jari,

Yang tadi pagi telah kupetik,

Akan teman sepanjang hari.

Kudengar amat perlahan,

Mendengung di ombak udara,

Menerusi daun dan dahan,

Bunyi lonceng di atas menara.

Katanya :

Kupanggil yang hidup, Kukui apang biahe, 

Kutangisi yang mati, Lulungkang u apang nate 

Pinta jiwa jangan ditutup, 

Luaskan Aku masuk ke hati

Masuklah, ya, Tuhan dalam hatiku! 



Oleh :

J. E. Tatengkeng

Posted by Dwiki Syahputra On 9/02/2015 11.08.00 PM


Sudah genap …

O kata

Dua patah,

Yang dikata dengan nyata,

Oleh badan payah patah.

Itu kata

Ada berita,

Terbesar dari sewarta,

Karna oleh kata nyata

Tuhan menang segala titah!

Karna kata,

Aku serta

Oleh Allah diberi harta

Selamat alam semesta



Oleh :

J. E. Tatengkeng

Selasa, 01 September 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 9/01/2015 03.51.00 PM

aroma dupa dan wangi sayur yang ditawarkan

dari sudut-sudut rumah ini kuharap jangan

dihidangkan di atas piring kerandaku

lalu turunkan muatan! buka palka

dan kuburkan kepasrahanmu. beri jalan aku

kembali kepada-Nya. tanpa asap dupa

tanpa pesta!



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS

Senin, 31 Agustus 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 8/31/2015 03.49.00 PM

ada yang tak sempat terucap; getar ari-ari

yang terputus dari pusat-Ku ketika tanah ditimbunkan

ketika palka dikuakkan dan payung hitam menguncup

lalu sebongkah kayu ditancapkan di atas kepalanya

menyilang langkah



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS

Posted by Dwiki Syahputra On 8/31/2015 03.47.00 PM

karena laut mengajarkan rahasia badai

aku pun setia berlayar. dari pulau asing

ke pulau asing aku tebarkan benih pelaut

dan lalu meninggalkan ratusan rumah

yang memendam kesepian

rumah hanya istirah bagi kejenuhan kapal. oh,

laut yang terapit oleh pulau-pulau

di mana tubuhku sesekali dibaringkan?

dari pulau asing ke pulau asing

aku pahami rahasia badai, aku tebarkan

benih pelaut. sementara pada kedalaman laut

kubur mengajarkan rahasia paling akhir



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS

Posted by Dwiki Syahputra On 8/31/2015 03.44.00 PM

(Ulang tahun Adibah Jalili)


siapakah yang membangunkan tidurmu? ini hari genaplah

engkau menjaga arloji dari kepecahan dan

mempertahankan siklus bulan bintang serta matahari

dari gerhana atau cerita yang amat purba itu…

siapakah yang menyapa lenamu? kuyakini ini hari

engkau masih tetap menghembuskan balon sepenuh hati

menjauhi pohon mawar yang berduri itu…


: Dekaplah waktu! Ciumlah Aku!



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS

Jumat, 28 Agustus 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 8/28/2015 07.12.00 AM

(Satu Amsal)


aku baca lembaran-lembaran koran. dan pada setiap kolom

kusimak dunia yang terluka oleh bibirmu! bahkan hingga

ke halaman sebelah ada pisaumu bermandi

darah terkapar atau cinta yang diujudkan pada iklanmu

sia-sia membaca rahasia duniamu. dan pada setiap

kolom aku mengukur luas kubur atau kaveling penawaran

atau bahasa sanjungmu. lantas bibirmu, lisptickmu yang

merah merayuku untuk merobek!

kecuali dendam, ya Allah


aku melihat tubuhku tersayat di setiap

lembaran-lembaran koran. tak bergerak,

aku membacanya. aku menyimaknya

aku membaca lautan darah. aku membaca musim-musim

kemarau yang membantai taman bunga. pada setiap kolom

dan halaman anyir bibirmu menusuk nuraniku. tapi

karena bibirmu pula aku kasmaran dan patah hati



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS

Kamis, 27 Agustus 2015

Posted by Dwiki Syahputra On 8/27/2015 03.17.00 PM

laut membawa jasadku

ke malam-malam pekat. ke makam-makam sunyi

ditanamkan, menyimpan riuh jam

tanah pun basah, melumpurkan langkah

yang berhenti pada gerbang-Mu

kau pun tersedu. hujan turun

mengabarkan ketajaman pisau padaku, dan

laut tak henti membawa jasadku

ke makam-makam sunyi-Mu untuk ditanamkan!

o aku sendiri dalam kematian ini

di semesta sempurna ketiadaanku



Oleh :

Isbedy Stiawan ZS